Satu Warga Positif Covid-19, Bupati Alor: Jangan Panik

  • Whatsapp

Kalabahi, N9 — Bupati Alor Drs. Amon Djobo menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak boleh panik. Bupati Amon berpesan masyarakat Alor tetap melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti Protap Kesehatan dalam masa New Normal Covid-19. Himbauan ini disampaikan Bupati Alor Amon Djobo menyusul adanya satu warga Alor berinisial GB yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil Swab.

Bupati Amon menyatakan, satu warga Alor berinisial GB yang dinyatakan positif Corona itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Alor melalui Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sudah melakukan langkah-langkah penanganan yaitu karantina mandiri. Menurutnya, yang bersangkutan kondisinya baik-baik.

Bacaan Lainnya

“Saya harap masyarakat jangan panik dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti Protap Kesehatan. Satu warga Alor yang positif Corona tapi dia ada baik-baik. Dia pasien tanpa gejala. Sekarang sudah karantina mandiri,” ujar Bupati Amon Djobo kepada wartawan saat Konferensi Pers di Ruang Kerjanya, Selasa, (1/9/20).

Bupati Amon menyinggung berbagai informasi beredar di media sosial Facebook yang menyebut Alor masuk zona merah. “Ini juga terlalu berlebihan. Ada yang bilang Alor masuk zona merah, ah orang ada sehat-sehat ko. Nah informasi-informasi Facebook begini yang buat nanti orang tambah takut. Saya harap kaka (wartawan) dong tolong luruskan melalui pemberitaan,” tandas Amon Djobo dalam Konferensi Pers yang didampingi Juru Bicara Satuan Gugus Tugas, Fredik Lahal.

Bupati Alor menerangkan bahwa satu warga, GB yang dinyatakan positif Covid 19 merupakan Tenaga Kesehatan ( Nakes ) yang bertugas di RSUD Kalabahi. Awal sebelumnya, Swap dilakukan kepada seluruh (Nakes) yang melakukan penangganan terhadap seorang pasien dari Kiser yang meninggal dunia atas nama Yeremia Maititua. Dari hasil swap menunjukkan bahwa (Alm) Yeremia Maititua dan 18 Nakes dinyatakan Negatif namun satu orang Nakes justru dinyatakan positif Covid – 19 yaitu GB.

Bupati menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran riwayat perjalanan Pasien Positif Covid 19, diketahui bahwa yang bersangkutan tiba dari Kota Kupang tanggal 13 Agustus 2020 (Claster Pelaku Perjalanan). “Ya Satuan Gugus Tugas sudah mengambil langkah-langkah penanganan, yaitu melakukan karantina mandiri di gedung bekas kantor Bank NTT. Saat itu GB dijemput langsung oleh tim medis bawa ke tempat karantina,” tandas Amon Djobo.

Berikut Riwayat perjalanan pasien Positif Covid 19 : Pada tanggal 01 Agustus 2020 dirinya bertolak ke Kupang untuk menjenguk orang tuanya yang sakit sampai pada akhirnya meninggal dan di Kuburkan di Maulafa, Kota Kupang. Pada tanggal 13 Agustus 2020 dirinya kemudian kembali ke Alor mengunakan Kapal Fery Cepat Cantika Exspres.

Pada tanggal 15 Agustus 2020 dirinya kembali melaksanakan tugas pelayanan di UGD RSUD Kalabahi. Tanggal 19 Agustus 2020 pasien dari Kiser an Yeremia Maititua masuk dan turut ditangani oleh GB yang merupakan salah satu perawat di UGD RSUD Kalabahi. Selanjutnya, 29 Agustus 2020 telah dilakukan pengambilan sampel Swap terhadap 41 orang (Nakes) dan 5 orang anggota keluarga pasien Positif Covid 19 yang melakukan kontak langsung.

Atas kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Alor telah mengeluarkan surat edaran kepada para Kepala Sekolah, TK/Paud, SD, SMP/MTs untuk kembali melakukan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) para siswa-siswi di rumah mulai terhitung Tanggal 1 sampai 14 September 2020.*(Joka)

Hits: 77

Pos terkait