Simpatisan Beringin Minta DPP Dan DPD Panggil Oknum Anggota FG DPRD Malaka, Ini Alasannya!

  • Whatsapp

Malaka, N9 — Beberapa warga Kabupaten Malaka minta Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi NTT untuk memanggil dan menegur oknum Anggota Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka, Henri Melki Simu.

Alasannya, Ketua Komisi I DPRD Malaka tersebut dinilaii melawan keputusan Partai Golkar yang telah memutuskan untuk mengusung Paslon SBS-WT pada Pilkada Malaka 09 Desember 2020. Pasalnya, Henri dinilai selalu bersikap apatis terhadap Paslon SBS-WT.

Bacaan Lainnya

Teranyar, Henri mengeluarkan pernyataan di Media, mempertanyakan pernyataan politik SBS pada saat deklarasi Paslon SBS-WT di Haitimuk, Jumat (04/09/2020), bahwa Komisi DPRD tidak bisa membatalkan Perda. Henri meminta, agar SBS menunjukkan Komisi berapa yang menggelar rapat untuk membatalkan Perda dan Perda yang mana.

“Saya pikir, pernyataan Pak Henri ini bukan kritik yang membangun. Soalnya, pernyataan SBS tidak berhenti di situ tetapi dilanjutkan dengan pernyataan tentang hibah mobil kepada lembaga agama. Kita yang awam sekalipun tahu bahwa yang dimaksudkan SBS adalah Perda tentang APBD Malaka Tahun 2019 tentang hibah mobil. Nah, sampai di sini jelas bahwa Komisi yang mau membatalkan Perda itu adalah Komisi I yang dipimpin Pak Henri. Buktinya adalah pernyataan Pak Henri di Koran pada tanggal 4 Mei 2020, yang diberi judul: Komisi I Dewan Malaka Tolak Hibah Bantuan Mobil”. Apakah ini kurang jelas?”, ungkap Paulus Djobul, salah satu simpatisan Beringin di Malaka Barat kepada N9 di Besikama, Rabu pagi (09/09/2020).

Paulus Djobul

Karena itu, Djobul yang ditemui bersama beberapa rekannya, menyebut pernyataan Henri di Media Massa tersebut bukan kritik yang membangun tetapi lebih merupakan sikap apatis terhadap Paslon SBS-WT dan terkesan melawan keputusan Partai Golkar yang sudah memutuskan untuk mengusung SBS-WT di Pilkada Malaka.

Ditemui terpisah, Eduardus Nahak, SH, simpatisan Beringin asal Kecamatan Wewiku mengaku heran setelah membaca pernyataan Henri di salah satu media online yang linknya disebarkan di jejaring medoa sosial FaceBook tersebut.

Eduardus Nahak, SH

Menurut dia, pernyataan Henri tersebut merupakan ekspresi ketersinggungan. Hanya saja, pertanyaannya, tersinggung karena apa? Kemudian, kenapa dari 25 orang di DPRD hanya Henri yang tersinggung?

“Padahal, Partai Golkar adalah Partai pengusung utama SBS-WT. Seharusnya seluruh kader partai dukung keputusan Partai ini. Kalau kader Golkar sendiri sudah tunjukkan gelagat tidak mendukung SBS-WT, maka akan menjadi contoh tidak baik bagi kader Partai lain. Maka, solusinya DPP dan DPD Partai Golkar harus panggil dan periksa yang bersangkutan, bila perlu beri sanksi tegas”, ujarnya.

Terkait permintaan para simpatisan partai berlambang beringin tersebut, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Malaka, Henri Melki Simu belum berhasil dikonfirmasi N9.

Demikian juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Lakalena. Ketika dihubungi N9 melalui pesan WhatsApp, Lakalena yang juga sebagai Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi IX tersebut sedang menghadiri Rapat secara maraton di DPR, membahas evaluasi anggaran 2020 dan Rencana Anggaran 2021.*(JoGer)

* Berita ini sedang dalam upaya klarifikasi, sesegera mungkin.

Hits: 508

Pos terkait