Deken; Tugas Dan Wewenangnya Menurut KHK 1983

  • Whatsapp

Oleh: Pater Doddy Sasi, CMF

Dekenat adalah satu wilayah teritori yang terdiri dari gabungan beberapa paroki terdekat dalam satu keuskupan, dijadikan satu wilayah teritori pelayanan pastoral dibawah seorang KOORDINATOR yang disebut Deken (Vicarius Foraneus).

Untuk menyebut seorang deken, KHK 1983 menggunakan istilah Vicarius Foraneus Decanus, Archypresbyter, atau Imam yang mengetuai suatu dekenat (Kan.553).

Kuasa dan kewenangan seorang Deken berbeda dengan kewenangan seorang Vikaris Episkopal dan tentu saja berbeda juga dengan seorang Vikaris Jendral. Vikep punya kewenangan eksekutif dan administrative sebagaimana yang dimandatkan atau diberikan uskup kepadanya.

Sedangkan seorang Deken hanya berwenang untuk KOORDINASI kegiatan/pelayanan pastoral bersama dengan para pastor lainnya dalam suatu dekenat karena seorang deken biasanya dianggap juga sebagai rekan yang dituakan atau kepala dari presbiter lainnya. Maka fungsi utama soerang deken pada suatu dekenat harus bisa dikatakan sebagai FUNGSI KOORDINASI.

Seorang deken ditunjuk oleh uskup diosesan untuk jangka waktu tertentu dan bisa saja kemudian diberhentikan dengan bebas dari jabatannya oleh Uskup diosesan karena alasan yang wajar dengan pertimbangan yang arif.

Berikut Tugas dan fungsi (kewajiban dan hak) seorang Deken menurut Kanon 555, Kitak Hukum Kanonik 1983:

  1. mengembangkan dan mengkoordinasi kegiatan pastoral bersama di dekenat;
  2. mengupayakan agar klerikus di wilayahnya menghayati hidup yang sesuai bagi statusnya dan memenuhi kewajiban-kewajibannya dengan seksama;
  3. mengusahakan agar perayaan-perayaan keagamaan dilaksana- kan menurut ketentuan-ketentuan liturgi suci, agar keanggunan dan kerapian gereja-gereja serta perlengkapan suci, terutama dalam perayaan Ekaristi dan penyimpanan Sakramen mahakudus, dipelihara dengan seksama, agar buku-buku paroki diisi dengan tepat dan disimpan semestinya; agar harta-benda gerejawi diurus dengan teliti; dan akhirnya agar pastoran dipelihara dengan sebaik-baiknya.
  4. hendaknya berusaha agar klerikus, menurut ketentuan-ketentuan hukum partikular, pada waktu-waktu yang ditetapkan mengikuti kuliah-kuliah, pertemuan-pertemuan teologis atau konferensi-konferensi,
  5. hendaknya mengusahakan agar bagi para imam dari wilayahnya tersedia bantuan rohani seperti rekoleksi atau retret, dan memberi perhatian bagi imam-imam yang dalam keadaan sukar-susah atau mengalami masalah.
  6. Hendaknya vicarius foraneus mengusahakan agar Pastor Paroki dari wilayahnya yang diketahuinya sakit keras jangan kekurangan bantuan rohani dan jasmani agar jangan sampai terlantar.
  7. Vicarius foraneus terikat kewajiban mengunjungi paroki- paroki wilayahnya menurut ketentuan Uskup diosesan.

Sangat diharapkan seorang vicarius foraneus melaksanakan dengan baik ke-7 tugas dan fungsi koordinatif dan animatif ini. Semoga sajian tulisan sederhana ini menambah khasanah iman dan wawasan pengetahuan kita. Semoga bermanfaat.*

Hits: 135

Pos terkait