Pertama, Helikopter Mendarat Di Kampung Adat Wae Rebo – Flores

  • Whatsapp

Ruteng, N9 — Helikopter milik Badan Nasional Penenggulangan Bencana (BNPB) melakukan uji coba pendaratan helikopter atau helipad di Destinasi Wisata Internasional, Kampung Adat Wae Rebo, Desa Satarlenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/09/2020).

Helikopter dengan nomor penerbangan PK WMW tersebut dinahkodai pilot Randi Priatama dan co pilot Eko Pujo, mendarat dengan mulus dilandasan helipad walau masih dalam kondisi yang sederhana.

Uji coba pendaratan Helikopter tersebut membawa misi penentuan titik evakuasi pada saat emergency. Hal tersebut merupakan standar kenyamanan bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke Kampung Adat Wae Rebo.

Demikian dijelaskan Pilot Helikopter milik BNPB tersebut, Randi Priatama kepada media ini, usai pendaratan perdana di Kampung Adat Waerebo tersebut, Selasa (22/09/2020).

Menurut dia, setelah melakukan analisa masalah berdasarkan kebutuhan masyarakat akan transportasi udara, pihaknya membangun komunikasi dengan tetua adat di Kampung Wae Rebo untuk memperoleh ijin dalam pembangunan helipad dengan berbasiskan pada kearifan lokal, dengan tidak menghilangkan keaslian wajah kampung Wae rebo sebagai kampung adat yang indah dan tetap asli dalam tradisi dan kebudayaannya.

“Saya Capt. Randi Priatama, mewakili Crew Helikopter PK-WMW (WiseAir) dibawah kendali BPBD Manggarai Barat atas nama Stasiun BNPB Indonesia, dengan ini mengucapkan terimakasih banyak karena telah diberikan kesempatan dan kepercayaan oleh Warga Adat untuk mendarat perdana di Desa Waerebo pada hari ini Selasa 22 September 2020 dengan aman dan selamat. Kami menyadari banyak hal dari tahap persiapan koordinasi, survey darat, penilaian medan, lokasi dan speck Helipad landing Zone”, ungkap Randi Priatama.

Randi berharap, Helipad dan fungsi keberadaan Heli bisa mendarat di Wae Rebo bisa memberikan dan membuka jalan kemajuan dalam bantuan Logistik, dan jika suatu ketika dibutuhkan untuk Evakuasi dalam situasi emergency, baik bagi warga setempat maupun Wisatawan, baik Domestik maupun Luar Negeri.

Landing perdana Helikopter tersebut berjalan lancar, dihadiri dan disaksikan Kepala Badan Penenggulangan Bencana Daerah (BNPBD) Kabupaten Manggarai Barat serta Kadis Pariwisata Mangggarai.

Kehadiran helikopter di Kampung Adat Wae Rebo sendiri sangat membutuhkan tempat pendaratan permanan, guna melayani masyakat Wae Rebo yang selama ini terkesan terisolir karena hanya memiliki satu akses jalan menuju kampung dengan resiko yan tinggi, akibat sempitnya jalanan serta menanjak dan sangat sulit dijangkau khususnya dimasa penghujan.

Wae rebo sendiri selama ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki selama kuarang lebih dua jam, melalui jalanan sempit dan menanjak. Selain menguras tenaga, masyarakat sangat sulit dalam mengakses pelayanan yang lebih baik, khususnya ibu hamil yang akan melahirkan, serta masyarakat yang mengalami sakit dan butuh pertolongan segera.*(LeX/ JoGer)

Hits: 395

Pos terkait