Tanggap Instruksi Bupati Malaka, UPT Translok Kapitanmeo Pagari Balai Dengan Marungga

  • Whatsapp

Malaka, N9 — Balai Pertemuan milik Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Translok Kapitanmeo di Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur dipagari pohon Marungga atau Kelor.

Hal tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas Instruksi Bupati Malaka Nomor 01/HK-IB/II/2020 tertanggal 25 Februari 2020, tentang Budidaya Tanaman Kelor di Kabupaten Malaka.

Bacaan Lainnya

Adapun isi dari Instruksi Bupati Malaka tersebut adalah: Ke Satu, Wajib menanam tanaman kelor minimal Lima (5) Pohon, di halaman rumah maupun batas kebun; Ke Dua, wajib menanam dan mengkonsumsi daun kelor atau hasil olahannya setiap hari; Ke Tiga, agar setiap lembaga dan instansi seperti tersebut di atas bertanggung jawab terhadap keberhasilan budidaya kelor di masing-masing wilayah kerjanya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Malaka, Vinsensius Babu, ketika ditemui N9 di Betu, Rabu sore (20/09/2020).

Menurut Vinsen, pihaknya bersama 75 Kepala Keluarga warga Transmigrasi Lokal (Translok) Kapitanmeo menanam 865 anakan kelor atau Marungga sehari setelah Bupati Malaka mengeluarkan inatruksi tersebut, yaitu pada 26 Februari 2020.

“Kita tanam 865 anakan Marungga yang kita dapat dari Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT. Tanam di akhir Bulan Februari”, ujar Vinsen.

Vinsen menjelaskan, sesuai tujuan yang tertuang dalam Instruksi Bupati Malaka tersebut, penanaman kelor merupakan salah satu upaya untuk menyediakan sumber daya gizi hayati, karena salah satu sumber hayati yang memiliki nilai gizi tinggi adalah tanaman kelor (Marunga Olifera)”, jelas Vinsen.

Selain di kawasan Balai Pertemuan, penanaman kelor dilakukan di halaman-halaman pemukiman warga.*(JoGer)

Hits: 135

Pos terkait