Bawaslu Dan Polisi Diminta Bersikap Tegas Soal Deklarasi Penolakan Kampanye SBS-WT Oleh Tim SN-KT Di Kamanasa

  • Whatsapp

Malaka, N9 — Dinamika politik di Kabupaten Malaka, terutama selama tahapan kampanye menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 09 Desember 2020 kian tidak terarah. Sudah beberapa kali terjadi saling serang, bukan hanya gagasan melalui Media Sosial tetapi juga saling serang fisik.

Terbaru, beredar sebuah video di sebuah Akun Youtube pada Kamis Pagi (16/10/2020), yang diberi judul: “Tim SN-KT Kamanasa Deklarasi Tolak Kampanye SBS-WT”. Video yang sudah ditonton lebih dari 1000 orang setelah 9 jam diupload tersebut dinilai provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik horisontal.

Demikian disampaikan Ketua Koalisi Partai Politik (Parpol) Pengusung Paslon Nomor Urut 2, SBS-WT, Devi Hermin Ndolu, SH kepada wartawan Kamis siang (16/10/2020).

“Yang saya lihat, dinamika politiknya sudah tidak sehat lagi. Kalau masyarakat saja yang menolak, itu mungkin pemahamannya akan menjadi lain. Tetapi ini kan tim paslon yang satu deklarasi menolak kampanye paslon lain. Ini kan provokatif dan berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar. Karena, Paslon yang ditolak itu tentu punya Tim dan Massa dan siapa yang menjamin bahwa Tim dan Massa Paslon yang ditolak tidak akan bereaksi melakukan hal yang sama. Dan jika itu terjadi, maka bisa dibayangkan kekacauan yang bakal terjadi”, ujarnya.

Karena alasan tersebut, lanjut dia, pihak terkait, dalam hal ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Aparat Keamanan dalam hal ini Polres Malaka harus mengambil sikap tegas terkait kegiatan Deklarasi Penolakan tersebut, yang kemudian divideokan dan disebarluaskan melalui kanal Youtube.

“Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, saya pikir Bawaslu sebagai pengawas Pemilu, didukung oleh polisi dan TNI harus segera mengambil sikap tegas”, tutupnya.*(JoGer)

Hits: 387

Pos terkait