Atasi Sampah Plastik Di Alor, Ini Upaya Duta Konservasi Lingkungan

  • Whatsapp

Kalabahi, N9 — Meningkatnya sampah organik dan anorganik di Kabupaten Alor menjadi masalah serius serta menarik perhatian dari banyak pihak terutama pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang konservasi lingkungan.

Melihat kondisi tersebut Thresher Shark Indonesia melalui The Conservation Champion Kelompok Dugong, mengadakan project selama kurang lebih empat bulan untuk mengatasi masalah sampah pada daerah aliran sungai (DAS) dan pesisir pantai desa Lewalu, Kecamatan Alor Barat Laut.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Project, Yordikson M. Bang, pihaknya akan melibatkan sejumlah stakeholder dalam pelaksanaan project tersebut diantaranya, Pemerintah Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan Dan Perikanan, Kodim 1622, Kapolres, serta pelaku pariwisata yang punya ketertarikan dalam mengatasi masalah lingkungan.

Diky juga menjelaskan dalam project ini kelompoknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pembersihan sampah di beberapa lokasi, membuat tempat sampah, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat desa.

Diky mengaku kelompoknya telah melakukan pembersihan sampah pada DAS dan garis pantai desa lewalu, sabtu (06/02/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah aparatur Desa, Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) STKIP Muhamadia Kalabahi, dan masyarakat setempat. Usai melakukan pembersihan sampah pihaknya berharap masyarakat tidak lagi membuang sampah di pesisir pantai selain itu kegiatan tersebut juga bisa dijadikan kegiatan rutin bulanan bakti sosial yang diterapkan oleh pemerintah setempat.

“Ketika kami melakukan ini kegiatan, pemerintah desa dan masyarakat yang terlibat mengakui bahwa ini adalah kegiatan pertama mereka, maksudnya selama ini mereka belum pernah terlibat dalam pembersihan pantai, dengan begitu banyak sampah yang berserakahan, kemarin itu setelah dikumpulkan ternyata mencapai 18 karong, nah harapannya kegiatan ini bisa menjadi aktifitas rutin bulanan bakti sosial yang diterapkan oleh desa dan itu sudah disetujui, dan juga harapan berikutnya mereka (masyarakat) tidak lagi membuang sampah di pesisir pantai”, ungkap Diky.

Bukan hanya itu, kepala Desa Lewalu, Ruslan Panawa, juga berharap kegiatan pembersihan pantai tersebut tidak hanya dilakukan saat ini tetapi hal ini akan terus dilaksanakan walaupun project konservasi dari champion telah selesai, pihaknya akan melanjutkan setiap kegiatan yang telah dilaksanakan oleh kelompok Dugong. Ruslan mengakui bahwa desa Lewalu termasuk Desa wisata bahari sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar, teruata kawasan pesisir dan daerah aliran sungai.

“Kedepannya ini bagaimanapun kita berharap lingkungan desa itu tetap bersih, tentunya bagi kami di pemerintah desa itu menginginkan agar kegiatan ini jangan hanya ada program saja atau dari kelompok konsevasi saja terus setelah itu berehenti, tidak! Minimal kita mau supaya ini ada berkelanjutan, demi kehidupan kita sebagai warga masyarakat di desa, apalagi kita sudah masuk sebagai desa wisata bahari, tentunya utamanya itu kita harus perhatikan lingkungan kita, ada kebersihan atau tidak, jadi harapan saya walaupun dari kelompok konservasi lingkungan masa tugasnya mereka sudah berakhir, kami tetap akan lanjutkan apa yang mereka sudah lakukan”, ujar Ruslan

Mengaikhiri itu ruslan juga menjelaskan bahwa ke depan pihaknya akan melakukan koordinasi kerja bersama DLH, mencari alternatif pengelolaan sampah yang efektif agar sampah-sampah plastik tersebut bisa dikelola untuk dikomersilkan.*(Neban)

Hits: 167

Pos terkait